Sunday, 12 September 2010

Jalan Terdekat Menuju Syurga

Bismillahirrahmanirrahim

Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.

Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…

Inilah percakapan yang ku maksud…

Si Fulan bertanya pada temannya,

“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”

Temannya menjawab,

“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”

Si Fulan berkata,

“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”

Temannya menjawab,

“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”

Si Fulan berkata,

“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”

Temannya menjawab,

“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”

Si Fulan berkata,

“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”

Temannya berkata,

“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”

Si Fulan berkata,

“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,

’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’

’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’

’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’

’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…

dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’

“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”

“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”

Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….

Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.

Si Fulan menambahkan,

Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)

Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).

***

Diterjemahkan dari Buletin Aqrabuthariq Ilal Jannah, Edisi 131, Madarul Wathan, Riyadh, KSA oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah: Abu Mushlih Ari Wahyudi

***

SUMBER muslimah.or.id

Monday, 30 August 2010

perempuan perempuan tidak bertuhan

hanya atas nama cinta
dan berlabuhlah dua insan mengarungi dunia..
naudzubillahi mindzaliq

Friday, 27 August 2010

serenade

nobody wants to be lonely
nobody wants to cry

Sunday, 25 July 2010

oase

semua jawaban ada di 1/3 malam terakhir..
subhanallah..

Monday, 21 June 2010

BUKAN berlian hitam

Orang-orang Hindia yang pergi ke Belanda dan belajar di sana telah kenyang pengalaman pahit keterbelakangan nasional dan sosial sejak kanak-kanak di tanah airnya, keberadaan mereka di Belanda di tengah kawan-kawan yang merdeka secara tidak langsung akan membuat mereka berpikir dan lebih buruk lagi muncul dendam nasional yang lebih mendalam.


Kesenjangan yang terjadi ini tidak mampu terbendung oleh rasa mewujudkan suatu negeri/ bangsa yang bebas dan mandiri. Inilah cikal bakal munculnya entitas yang bernama Indonesia dikalangan terpelajar Nusantara.


Semakin terpelajarnya pemuda Nusantara dalam berpikir dan berlaku semakin membukakan pemikiran mereka terhadap orang-orang Belanda yang berada di Nusantara.


Kepergian pemuda Nusantara ke Belanda dan mendapatkan pembelajaran pendidikan disana membuat mereka membandingkan, bahwa orang-orang Belanda yang berada di Nusantara hanyalah sekumpulan orang-orang yang biasa sama sekali, dan dalam banyak hal bahkan lebih rendah sehingga pantas dihina sekalipun dalam hal pengetahuan.


Tidaklah sulit menebak apa yang terjadi selanjutnya, yakni ketidaktenangan untuk melakukan perubahan segera atas tatanan yang ada terutama yang terjadi di Nusantara.


Namun, pemikiran maju inipun terpecah menjadi dua:




  1. Kubu Revolusi

  2. Kubu Evolusi


Kubu Revolusi menghendaki seluruh hubungan dengan Belanda harus diputuskan, sedangkan kubu Evolusi menghendaki kerjasama dengan Belanda yang nantinya dipandang lebih efektif. Sayangnya, mayoritas pemuda terpelajar Nusantara nampaknya memilih cara terakhir ini. Termasuk para petinggi kita yang merumuskan kemerdekaan Nusantara adalah rangkaian turunan dari pemikiran logika dan empiris Barat yang plural dan menolak hal-hal yang sifatnya imanen.


Perkecualian akan terjadi apabila pelajar tersebut memegang dengan kuat aqidah Islam secara kuat dan teguh. Sayangnya lagi, dari keseluruhan pelajar sedikit sekali yang memperjuangkan Islam sebagaimana perjuangan rakyat Nusantara. Menjadi wajar apabila kita mengetahui bahwa pelajar yang dikirim adalah golongan bangsawan, dimana modernitas dan keterbukaan terhadap sesuatu yang dipandang bagus adalah bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Sehingga usaha kaum terpelajar Nusantara selalu terbentur pada sosiologis masyarakat Nusantara yang telah memeluk Islam taat. Pelajar hanya mampu mencapai wacana pada masyarakat, tapi tidak pernah sampai pada perjuangan hakiki mengangkat senjata untuk orang-orang kafir.


Kesalahannya adalah: pemuda Nusantara yang cerdas dan telah dipintarkan lagi oleh Barat (terutama Belanda), telah disusupi isu-isu humaniora yang menjauhkan mereka dari religiusitas dalam tataran yang paling ultim. Mereka dicekoki kesetaraan, hak asasi dan kemanusiaan untuk ditinggikan diatas agama yang telah dengan darah ditanamkan dan mendapat tempat paling luas di dalam kehidupan masyarakat Nusantara.


40 kesultanan yang mengusung kekuasaan politik Islam telah tersebar di seluruh Nusantara rupanya menjadi kenyataan yang sangat ditakuti oleh Barat dalam upaya pendudukan dan penguasaan hasil bumi Zamrud Khatulistiwa.


Pertanyaannya adalah: bagaimana bisa seseorang yang hidup pada masa belum terciptanya sebuah entitas bernegara diklaim sebagai orang yang berjuang demi tanah air?




Alangkah marahnya para pejuang yang benar-benar memanggul senjata dan berteriak lantang terhadap kolonial dan penjajah jika disejajarkan dengan tukang gambar yang secara kebetulan bernasib baik dicatat sebagai pejuang simbol yang mendorong rakyat Nusantara menciptakan Indonesia!


Note: Artikel Lanjutan dari....


Saturday, 19 June 2010

jatuh tertimpa bulan

sudah jatuh masih dikira bulan..
sudah cinta masih dikira bulan juga..
bulan apa sedang musim jatuh ya disana..

Sunday, 6 June 2010

sangsi

israel (yahudi) --> Gaza (Islam)
--> marmara (volunteer)

yang lebih dulu diserang Gaza..israel menyerang Gaza..tapi kenapa seluruh dunia tidak ada yang mengecam keras?
begitu muncul marmara dan diserang pula oleh israel..isi kapal universal..tapi lihatlah gejolak hujatan baru muncul dan dunia "baru" mengecam israel..
tidakkah kita bertanya-tanya akan hal ini?
ummat Islam telah dibengkokkan ajarannya untuk memuja kemanusiaan..tuhan orang-orang sekarang ini..tidak lagi diingatkan bahwa hanya ada satu ALLAH..
atau ini skenario yahudi untuk menunjukkan bahwa memang penduduk di seluruh dunia ini memuja tuhan kemanusiaan?!
sy mendengar dengan jelas di berbagai media dan ini kutipannya: "masalah penyerangan ini sudah bukan lagi masalah agama, tapi sudah masalah kemanusiaan" ANJING!!!!
kemanusiaan ditinggikan derajatnya di atas agama!!!
kemana lagi kita akan mendapatkan Ridho-NYA kalau kita bahkan mengangguk-angguk dan bahkan setuju dengan opini yang dibentuk oleh media tersebut?!!
lupakah bahwa semua media di Amerika dikuasai oleh yahudi??!
dan lupakah kita bahwa semua media yang ada di Indonesia ini kucuran dananya juga dari kaum mereka??!!!
bisa-bisa nanti teori darwin tumbuh subur lagi..dan kita kembali lagi menjadi BIADAB!!